Cara Mencegah Kehamilan

Penundaan Memiliki Buah Hati dengan Cara Mencegah Kehamilan

Beberapa pasangan suami istri seringkali ingin menunda kehamilan yang terjadi. Penundaan kehamilan ini dilakukan sampai menemukan waktu yang tepat untuk mengurus kehamilan. Hal ini dapat dilakukan dengan memerhatikan cara mencegah kehamilan yang benar agar hasilnya sesuai dengan keinginan.

Pasangan yang menunda kehamilan memiliki alasan masing-masing untuk melakukannya. Alasan tersebut antara lain tentang masalah karier, ingin mengatur jarak kehamilan, belum siap untuk memiliki anak, ataupun alasan lainnya.  Dengan begitu, pasangan suami istri perlu memahami tentang cara-cara pencegahan kehamilan tersebut.

Cara Mencegah Kehamilan
Cara Mencegah Kehamilan

Berbagai Cara Mencegah Kehamilan Secara Alami maupun Tidak Alami

Bagi Anda yang menginginkan melakukan penundaan kehamilan, maka ada banyak cara yang bisa Anda lakukan. Pencegahan kehamilan dan pantangan ibu kehamilan dapat Anda lakukan secara alami maupun tidak. Hal ini dapat Anda lakukan dengan membaca penjelasan di bawah ini.

  1. Perhitungan Kalender

Salah satu cara untuk mencegah terjadinya kehamilan yaitu dengan memperhitungkan sistem kalender sang istri. Cara ini sudah ada sejak lama sebelumnya dialihkan dengan adanya alat kontrasepsi.

 

Cara melakukan perhitungan kalender ini yaitu dengan memerhatikan masa subur dari istri. Dengan mengetahui masa subur, maka pasangan suami istri dapat mengatur jalannya hubungan seksual. Masa subur ini juga disebut masa ovulasi yang merupakan proses pelepas sel telur sebagai bahan pembentukan janin.

 

Masa subur pada wanita sangat bergantung pada siklus menstruasinya. Pada umumnya, wanita dengan siklus normal akan memasuki masa subur pada hari ke-10 hingga ke-17 setelah mengalami haid hari pertama. Dengan mengetahui dan memperhitungkan kalender masa subur, Anda dapat secara alami mengatur kehamilan Anda.

 

  1. Menggunakan Pengaman Saat Melakukan Hubungan Seksual

Pengaman yang digunakan untuk melakukan hubungan seksual agar tidak hamil adalah alat kontrasepsi. Salah satu alat kontrasepsi yang dapat Anda gunakan adalah kondom. Pemakaian kondom oleh suami istri yang ingin menunda punya anak terbukti efektif untuk dilakukan. selain itu, kondom juga mencegah terjadi infeksi menular seksual.

 

Penggunaan kondom sebagai alat kontrasepsi ini memiliki beberapa hal yang perlu Anda perhatikan sebelum menggunakannya. Salah satunya yaitu kondom harus masih dalam keadaan bagus, tidak robek, maupun bocor. Selain itu, Anda juga perlu memerhatikan masa kadaluwarsa dari kondom tersebut.

 

  1. Mengonsumsi Pil KB

Alat kontrasepsi lainnya yang dapat Anda gunakan untuk  mencegah kehamilan adalah pil KB. Pil KB sangat efektif dalam pencegahan kehamilan dengan persentase yang tinggi. Pil KB ini dapat Anda dapatkan dari dokter atau bidan yang memiliki kewenangan dalam memberikannya.

 

Dalam penggunaannya, pil KB memiliki efek seperti mual, nyeri pada payudara, dan lain-lainnya. Namun, Anda tidak perlu khawatir akan hal tersebut karena cara ini aman jika Anda mengikuti anjuran dari dokter atau bidan dengan baik.

 

  1. Melakukan Suntik KB

Suntik KB merupakan alternatif lainnya jika Anda mengalami kesulitan dalam meminum pil KB secara teratur. Dalam penggunaannya, suntik KB dilakukan dengan memasukkan hormon estrogen dan progestin ke dalam tubuh wanita menggunakan jarum suntik. Penggunaan ini hanya berlaku pada jangka waktu tertentu.

 

Persentase keberhasilan dari penggunaan suntikan KB ini sangat besar. Sehingga, suntik KB sangat efektif untuk mencegah kehamilan terjadi. Namun, terdapat efek samping dari suntik KB yang antara lain menyebabkan menstruasi yang tidak teratur, menambah berat badan, memicu jerawat untuk muncul, dan efek lainnya.

 

  1. Pemasangan IUD pada Rahim Ibu

IUD atau Intrauterine Device dapat Anda kenal dengan nama lain KB spiral. IUD sangat efektif digunakan untuk mencegah kehamilan yang berjangka waktu panjang. Sehingga, pemasangan sekali dapat Anda rasakan hingga 10 tahun lamanya. Hal ini sangat direkomendasikan untuk Anda yang ingin mengatur jarak kelahiran selanjutnya.

 

IUD ini adalah alat kontrasepsi lainnya yang pemakaiannya dengan cara dimasukkan ke dalam rahim. Hal ini dipasang dengan tujuan untuk menghalangi sel sperma untuk masuk dan membuahi sel telur di dalam rahim.

 

  1. Mencegah Kehamilan dengan Menyusui

Bagi ibu yang baru saja melahirkan pasti sangat cocok untuk menggunakan metode jenis ini. Pada saat ibu memproduksi air susu, secara langsung di dalam tubuh ibu akan menghasilkan hormon untuk mencegah kehamilan. Selanjutnya, jika sang bayi banyak menyusu melalui puting ibu secara langsung, maka akan mencegah tubuh dalam memproduksi sel telur.

 

Hal tersebut membuat ibu yang sedang berada pada masa menyusui tidak berada pada masa subur seperti biasanya. Hal ini akan menyebabkan masa untuk tidak subur menjadi lebih lama. Sehingga, kehamilan akan berisiko rendah untuk terjadi.

 

  1. Mengontrol Ejakulasi di Luar Vagina

Cara berikutnya untuk mencegah terjadinya kehamilan yaitu dengan cara mengontrol terjadinya ejakulasi agar di luar vagina. Dengan dilakukan ejakulasi di luar vagina, maka sperma suami tidak akan masuk ke dalam rahim istrinya. Sehingga, hal ini menurunkan risiko terjadinya pembuahan sel telur.

 

  1. Mengukur Suhu Basal Dalam Tubuh

Temperatur yang terjadi saat tubuh Anda mengalami masa istirahat penuh merupakan suhu basal tubuh. Pada saat Anda sebagai wanita mengalami masa ovulasi, Anda akan mengalami peningkatan yang sedikit pada suhu basal tubuh. Cara agar pencegahan kehamilan dapat dilakukan dengan mengetahui masa kesuburan Anda melalui pengukuran tubuh ini.

 

Dalam pengukuran suhu basal tubuh ini, Anda dapat menggunakan termometer digital oral. Namun, untuk mendapatkan hasil yang lebih teliti, Anda dapat menggunakan termometer yang dirancang khusus untuk mengukur suhu basal dalam tubuh. Hal ini dapat Anda terapkan setiap hari untuk mengukur suhu basal.

 

Jika Anda dalam keadaan ovulasi, suhu basal tubuh akan meningkat kurang lebih 0.3 derajat Celcius. Hasil yang akan terlihat jika Anda berada pada masa ovulasi yaitu suhu akan tetap sama selama tiga hari pengukuran. Anda berada pada masa kesuburan pada hari kedua hingga empat hari setelahnya. Maka, Anda perlu menghindari hubungan seksual di masa itu.

 

  1. Melakukan Metode Lendir Serviks

Metode lendir serviks merupakan cara lain yang dapat Anda gunakan untuk mendukung pencegahan kehamilan. Pada saat sebelum ovarium mengeluarkan sel telur sebagai bahan pembuahan, Anda secara tidak sadar akan mengeluarkan lendir pada serviks.

 

Pada masa tidak subur, serviks tidak menghasilkan lendir untuk dikeluarkan. Lalu, saat subur Lendir yang dikeluarkan akan memiliki ciri seperti berjumlah sangat banyak, berwarna bening, dan juga memiliki keenceran. Sedangkan saat setelah masa subur, lendir serviks akan bertekstur kental dengan warna putih susu ataupun kekuningan.

 

Dalam hal ini, Anda dapat mencegah terjadinya kehamilan dengan menjauhkan hubungan seksual pada hari pertama terdapat lendir serviks keluar sampai empat hari sesudah hari subur berada pada keadaan puncak.

 

Beberapa cara untuk mencegah kehamilan di atas merupakan alternatif yang dapat Anda pahami jika Anda ingin menunda kehamilan.  Namun, ada baiknya Anda yang sudah bersuami istri berkonsultasi kepada dokter atau bidan tentang penundaan kehamilan yang baik dan benar. Adapun setiap keputusan nantinya tetap harus dijalankan dengan hati-hati.

Cara menunda kehamilan dengan mengkonsumsi obat pelancar haid juga sangat disarankan.

Tinggalkan komentar