Pantangan Ibu Hamil

Perlunya Waspada Terhadap Pantangan untuk Ibu Hamil

Seorang ibu yang hamil pasti menginginkan janin di dalam kandungannya berada dalam kondisi yang baik-baik saja. Namun, dalam lingkungan sekitar selalu saja terdapat berbagai pantangan ibu hamil yang seringkali diingatkan oleh keluarga terdekat. Sehingga, banyaknya pantangan tersebut membuat ibu bingung atas kebenarannya.

Pantangan yang perlu dihindari tersebut sering terjadi pada kehamilan muda yaitu trimester pertama. Jika Anda berada pada posisi ini, maka Anda tidak perlu terlalu bingung. Pada artikel ini, Anda dapat lebih memahami tentang pantangan-pantangan yang perlu Anda hindari demi menjaga janin Anda.

Pantangan Ibu Hamil
Pantangan Ibu Hamil

Pantangan Ibu hamil yang Seharusnya Dihindari

Pantangan untuk ibu hamil memang sering didengar oleh banyak orang. Hal ini timbul dari tradisi-tradisi dalam masyarakat setempat. Namun, tradisi tersebut jika dihubungkan dengan kesehatan dalam ibu hamil, terdapat beberapa pantangan yang benar untuk tidak dilakukan. pantangan-pantangan tersebut dapat Anda baca pada penjelasan di bawah ini.

  1. Mengonsumsi Makanan dan Minuman yang Mengandung Kafein

Kandungan kafein dapat Anda temukan pada makanan seperti coklat, teh, minuman bersoda, dan juga minuman berenergi. Ibu hamil perlu dibatasi dalam penggunaan kafein. Batas kafein untuk ibu yang sedang hamil yaitu kurang lebih berjumlah 200 mg perhari saja. Hal ini dikarenakan kelebihan kafein akan menimbulkan komplikasi kehamilan yang ada.

 

  1. Mengonsumsi Rokok dan Minuman Beralkohol

Merokok memang pada dasarnya menimbulkan banyak risiko pada setiap orang apalagi perempuan. Pada ibu hamil, merokok merupakan sesuatu yang sudah menjadi pantangan untuk dihindari sejak awal. Hal ini dikarenakan rokok dapat meningkatkan risiko keguguran, bayi lahir secara prematur, bayi cacat, dan juga gangguan pada plasenta.

 

Selain merokok, mengonsumsi minuman beralkohol juga memiliki dampak yang kurang baik pada ibu hamil. Jika dalam masa kehamilan pada tiga bulan pertama, maka periode ini sangat rawan untuk dikaitkan dengan alkohol. Minuman alkohol yang dikonsumsi akan meningkatkan risiko untuk melahirkan bayi dalam keadaan cacat lahir atau penyakit bawaan.

 

  1. Obat Dikonsumsi Tanpa Instruksi Dokter

Ibu hamil tidak dihendaki untuk mengonsumsi obat-obatan tanpa ada instruksi dari dokter. Hal ini dikarenakan obat yang diminum ibu hamil nantinya akan terbawa ke dalam plasenta dan juga sirkulasi darah janin di dalam kehamilan ibu. Keadaan inilah yang nantinya memiliki kemungkinan besar dalam mengganggu janin.

 

Tidak semua jenis obat telat datang bulan dapat membahayakan seorang ibu yang sedang hamil. Beberapa jenis obat tertentu bisa dikonsumsi ibu hamil maupun ibu yang sedang menyusui dengan aman. Namun, sebagian besar ibu kurang memahami jenis obat yang baik untuk dikonsumsi.

 

Maka dari itu, jika Anda dalam posisi hamil atau menyusui, konsultasikan pada dokter terlebih dahulu sebelum meminum obat pelancar haid tertentu. Hal ini bertujuan untuk memastikan keamanan agar tidak berpengaruh terhadap janin.

 

  1. Mengenakan Sepatu dengan Hak yang Tinggi

 

Banyak dari kalangan perempuan menyukai sepatu hak tinggi. Sepatu hak tinggi dirasa membuat tubuh terlihat indah dan juga lebih tinggi. Namun, perempuan yang sedang dalam kondisi hamil tidak disarankan untuk mengenakan sepatu dengan hak tinggi.

 

Sepatu hak tinggi yang digunakan saat hamil akan menyebabkan peregangan pada otot-otot di daerah pinggang. Oleh karena itu, ibu hamil nantinya akan mengeluhkan bahwa keadaannya pegal-pegal dan sakit daerah pinggang setelah menggunakan hak tinggi.

 

Peregangan otot-otot pinggang ini terjadi karena tubuh ibu hamil berada lebih condong ke depan. Selanjutnya, ibu akan berusaha untuk menegakkan tubuhnya dengan cara meregangkan otot-otot pinggang tersebut. Hal itu terjadi jika seorang ibu hamil tetap menggunakan sepatu hak tinggi.

 

  1. Melakukan Perawatan Rambut Menggunakan Bahan Kimia

Perawatan rambut memang seringkali berfungsi untuk memanjakan diri sendiri. Namun, hal ini sangat tidak dianjurkan untuk ibu yang sedang hamil. Perawatan rambut seperti rebonding, mengubah warna rambut, dan juga mengeriting rambut seringkali menggunakan bahan kimia. Bahan kimia ini ditakutkan dapat masuk ke dalam pori-pori kulit pada kepala.

 

Setelah masuk pori-pori kepala ibu, bahan kimia akan masuk pada aliran darah ibu. Keadaan ini yang nantinya akan membahayakan janin yang dikandungnya. Risiko yang dapat terjadi setelah ibu hamil menggunakan perawatan rambut yaitu janin dapat lahir dengan kondisi yang cacat.

 

  1. Menggunakan Obat Anti Nyamuk di Dalam Ruangan Ibu Hamil

Obat anti nyamuk memang sudah menjadi andalan oleh banyak orang untuk mengusir dan mematikan nyamuk. Namun, obat nyamuk yang digunakan selama masa kehamilan ini sangat tidak disarankan. Dalam obat anti nyamuk pastinya memiliki kandungan bahan kimia termasuk dari golongan pestisida.

 

Zat kimia tersebut yang nantinya akan memberi efek samping yang salah satunya yaitu memicu kerusakan saraf. Selain itu, dalam obat nyamuk semprot juga mengandung minyak tanah yang berisiko merusak ginjal janin yang dikandung ibu. Serta, obat nyamuk yang berbentuk lotion juga mengandung zat kimia korosif yang nantinya memicu racun dalam tubuh.

 

  1. Mengonsumsi Makanan Mentah

Makanan yang mentah adalah sebuah pantangan ibu hamil yang benar-benar perlu dijauhi. Makanan mentah seperti daging dan juga sayur akan berpotensi memiliki banyak kandungan bakteri, virus, dan juga parasit di dalamnya. Jika ibu hamil tetap saja memakannya, maka nantinya dikhawatirkan akan mengganggu tumbuh kembang janin.

 

Pantangan ini sangat mengganggu pada ibu yang usia kehamilannya masih sangat muda. Hal tersebut dikarenakan pada masa hamil muda adalah keadaan yang masih rawan. Maka dari itu, berhati-hatilah dalam mengonsumsi makanan dengan cara memakan makanan yang sudah matang pada daging, sayuran, maupun makanan jenis lainnya.

 

  1. Berinteraksi dengan Kandang Hewan Peliharaan

Hewan peliharaan seperti kucing dan anjing memang menjadi sesuatu yang menarik dan lucu untuk dipelihara. Dalam pemeliharaan ini pastinya terdapat kandang yang berisi kotoran dari hewan tersebut. Ibu yang sedang hamil sangat tidak disarankan untuk membersihkan kandang hewan peliharaan tersebut.

 

Kandang yang berisi kotoran kucing memiliki kandungan mikroba yang dapat menyebabkan ibu hamil terinfeksi Toxoplasma. Infeksi Toxoplasma dapat mengakibatkan terjadinya komplikasi kehamilan. Komplikasi tersebut dapat berupa keguguran ataupun kematian janin dalam rahim ibu. Selain itu, janin yang terinfeksi akan menyebabkan cacat bawaan lahir.

 

  1. Mengonsumsi Makanan yang Memicu Alergi

Apabila Anda dan juga pasangan Anda memiliki alergi terhadap suatu makanan, maka risiko penurunan alergi pada janin juga besar. Dengan begitu, Anda harus benar-benar memerhatikan jenis makanan yang Anda makan agar tidak termasuk sebagai pemicu alergi.

 

Selain itu, untuk menghindari keadaan bayi yang dilahirkan memiliki alergi yaitu dengan ibu hamil mengonsumsi makanan sehat yang bergizi seimbang. Serta, ibu perlu menjauhi untukĀ  mengonsumsi jenis makanan tertentu secara berlebihan. Hal ini dapat memberikan potensi alergi pada bayi yang akan dilahirkan.

 

Masa kehamilan memang menjadi perhatian khusus untuk untuk ibu hamil. Mereka harus benar-benar menjaga kehamilannya dengan cara menghindari pantangan-pantangan yang membahayakan janin. Dengan membaca penjelasan di atas, Anda akan menambah banyak wawasan untuk menjaga kehamilan yang semata-mata demi menyambut buah hati menjadi anggota keluarga baru.

Tinggalkan komentar