Penyebab Keguguran

Perlunya Waspada Terhadap Kondisi Penyebab Keguguran

Kehamilan merupakan sebuah momen yang sangat ditunggu-tunggu oleh banyak pasangan yang telah menikah termasuk Anda. Namun, terdapat satu kekhawatiran yang besar bagi semua calon ibu yaitu tentang keguguran. Hal yang harus Anda lakukan untuk mewaspadai hal tersebut yaitu dengan memerhatikan penyebab keguguran dengan lebih awal.

Keguguran menjadi salah satu masalah dalam kehamilan. Kejadian ini sering menyebabkan trauma bagi setiap orang yang telah melaluinya. Maka dari itu, Anda perlu banyak mengetahui lebih dalam tentang keguguran agar lebih waspada. Anda dapat memperbanyak wawasan tentang keguguran dengan membaca penjelasan artikel di bawah ini.

Penyebab Keguguran
Penyebab Keguguran

Penyebab Keguguran yang Biasanya Terjadi

Keguguran adalah masa pada saat kehamilan terhenti. Hal ini dapat terjadi sebelum usia kehamilan kurang lebih mencapai 20 minggu. Serta, biasanya keguguran rawan terjadi antara minggu ke-7 sampai ke-12 atau dapat lebih yang dikenal sebagai trimester pertama. Dalam kondisi ini terdapat penyebab yang mengakibatkan keguguran yang terjadi.

  1. Adanya Kelainan Kromosom

Kromosom disusun atas molekul-molekul DNA yang membawa materi genetik dari setiap orang. Kelainan kromosom dapat terjadi saat proses pembuahan dan pada awal masa kehamilan. Namun, kejadian yang paling sering terjadi yaitu sel telur dan sel sperma memiliki kromosom yang berjumlah salah.

 

Keadaan tersebut mengakibatkan embrio dalam rahim ibu yang sudah dibuahi tidak dapat tumbuh dan berkembang secara normal. Sehingga, kelainan inilah yang dapat membuat terjadinya keguguran yang tanpa Anda sadari sebelumnya. Jika Anda sudah lebih dari satu kali mengalami keguguran seperti ini, maka Anda perlu melakukan tes kromosom.

 

  1. Terdapat Gangguan Sistem Endokrin

Sistem endokrin yang dimaksud yaitu tentang kelenjar yang dibutuhkan tubuh untuk meningkatkan proses kehamilan. Sistem endokrin sering mengalami gangguan kondisi Polycystic Ovarian Syndrome (PCOS), diabetes mellitus, gangguan hormon tiroid, dan juga Luteal Phase Defect (LPD).

 

LPD merupakan sebuah kondisi yang terjadi akibat hormon progesteron yang tidak cukup untuk diproduksi. Sehingga, hal ini menyebabkan implantasi tidak dapat terjadi dengan baik. Pada kondisi tersebut, seorang perempuan akan mudah untuk kehilangan janinnya.

 

  1. Faktor dari Usia Ibu

Perempuan dengan umur lebih dari 35 tahun akan mempunyai risiko lebih tinggi untuk keguguran daripada usia di bawahnya. Keadaan tersebut diakibatkan oleh kondisi sel telur yang dihasilkan. Kondisi sel telur oleh ibu berusia di atas 35 memiliki kondisi yang lebih buruk. Janin di dalam rahim kurang dapat berkembang dengan baik.

 

  1. Keadaan Stres yang Meningkat

Stres memang memiliki banyak dampak negatif. Salah satu dampak negatif dari stres yaitu keguguran pada ibu hamil. Hal ini dikarenakan stres dapat memicu ketidakseimbangan homoral dalam tubuh. Dengan begitu, kondisi janin di dalam rahim akan mengalami keadaan lemah.

 

Stres yang dialami oleh ibu hamil dapat berupa kelelahan yang disebabkan beberapa aktivitas yang dijalaninya. Serta, stres juga dapat berupa rutinitas pekerjaan yang mengganggu kenyamanan ibu hamil. Jika stres terus menerus dibiarkan, maka dapat mengganggu kondisi janin sampai menyebabkan keguguran.

 

Keadaan stres dapat Anda turunkan dengan beberapa cara seperti melakukan istirahat yang cukup minimal delapan jam dalam sehari, memikirkan sesuatu dengan tidak berlebihan, dan juga dengan bercerita tentang masalah kepada orang lain agar tidak menimbulkan stres akibat menyimpan masalah sendiri.

 

  1. Gaya Hidup dan Lingkungan yang Tidak Sehat

Saat seorang perempuan mengalami kehamilan, maka sudah sepatutnya mereka menjaga gaya hidup dan lingkungannya. Gaya hidup ibu yang mengandung janin sangat memengaruhi keadaan janinnya. Seperti halnya tentang rokok dan minuman keras, ibu tidak boleh mengonsumsi keduanya karena nantinya dapat meningkatkan risiko keguguran.

 

Begitupun dengan lingkungan yang ada di sekitar ibu. Lingkungan yang bersifat tidak mendukung dalam proses kehamilan perlu diperhatikan. Saat sedang hamil, ibu harus menjauhkan diri dari polusi, asap rokok, dan juga bahan-bahan kimia yang dapat membahayakan janin.

 

  1. Makanan yang Tidak Mendukung dalam Kehamilan

Jika Anda berapa pada masa hamil, maka Anda perlu menjaga asupan makanan yang dimakan. Hal ini dikarenakan makanan yang Anda makan nantinya juga menjadi nutrisi bagi janin.

 

Salah satu makanan yang tidak mendukung kehamilan Anda yaitu makanan yang kurang matang. Contohnya saja telur dan daging mentah yang dikonsumsi juga berisiko terinfeksi parasit Toxoplasma gondii, bakteri Salmonella, Listeria, dan E.coli. beberapa mikroorganisme ini dapat menyebabkan risiko keguguran pada kehamilan Anda.

 

Beberapa buah juga berisiko menjadi penyebab dari keguguran yang jika dikonsumsi terlalu banyak. Buah tersebut salah satunya nanas. Nanas mengandung enzim bromelain yang yang jika Anda mengonsumsinya terlalu banyak akan memicu kontraksi. Selain itu buah pepaya mentah juga tidak cocok untuk ibu hamil karena getahnya yang menyebabkan kontraksi.

 

Ciri-ciri dari Keguguran

Setiap perempuan yang hamil pastinya khawatir tentang adanya keguguran. Namun, Anda dapat memerhatikan ciri-ciri dari keguguran dengan memerhatikan pembahasan di bawah ini.

  1. Adanya Bercak Darah

Ciri keguguran awal adalah adanya pendarahan. Namun, tidak semua pendarahan adalah sebuah keguguran. Jika pendarahan ini disertai rasa nyeri bagian perut yang berlangsung terus-menerus, maka keadaan keguguran akan lebih tinggi. Hal ini perlu Anda konsultasikan kepada dokter atau bidan agar dapat segera dipastikan tentang keadaan sebenarnya.

 

  1. Sakit pada Punggung

Ciri selanjutnya yaitu saat Anda kram dan disertai dengan sakit di daerah punggung. Serta, jika sakit punggung ini juga diikuti oleh pendarahan, maka segera hubungi dokter untuk diperiksa.

 

  1. Keluarnya Kotoran pada Vagina

Saat Anda hamil perhatikan kotoran yang keluar dari vagina. Jika kotoran yang keluar adalah darah beku atau cairan, maka hal ini dapat bertanda Anda mengalami keguguran. Keadaan ini harus segera dipastikan dengan menghubungi dokter kandungan atau bidan.

 

Perlunya Pencegahan pada Keguguran

Keguguran sangat dipengaruhi oleh banyak faktor yang dialami oleh ibu yang mengandungnya. Hal ini menyebabkan sulitnya menentukan langkah spesifik dalam mencegah keguguran. Namun, terdapat beberapa pencegahan umum yang dapat Anda terapkan untuk meminimalisir keguguran.

Salah satu pencegahan tersebut ialah dengan melakukan pola makan bergizi seimbang. Makanan bergizi seimbang akan menjaga berat badan Anda tetap normal untuk kesehatan janin. Selanjutnya yaitu menjauhkan diri Anda dari lingkungan yang penuh dengan asap rokok, alkohol, dan juga obat telat bulan dan obat-obatan lainnya.

Pencegahan keguguran juga dapat Anda lakukan dengan olahraga secara teratur. Olahraga ini sangat menguntungkan bagi ibu hamil. Hal ini dikarenakan akan menguatkan rahim. Namun, olahraga yang Anda lakukan tidak boleh terlalu berat agar nantinya tidak meningkatkan risiko keguguran.

Setelah membaca penjelasan di atas pastinya Anda akan memperoleh banyak wawasan mengenai keguguran. Anda dapat lebih hati-hati dan waspada terhadap kehamilan yang Anda jalani dengan memerhatikan ciri-ciri dan penyebab keguguran. Jika Anda mengalami tanda-tandanya, maka ada baiknya untuk segera memeriksakannya pada dokter atau bidan yang sudah lebih paham.

Tinggalkan komentar